Monday, March 3, 2008

500 Tahun Swiss Guard.



 

 

PASUKAN DENGAN KESETIAAN TANPA BATAS.

Tahun 2006 ini pasukan khusus Vatikan, yang biasa dikenal dengan nama “Swiss Guard” memperingati 500 tahun keberadaannya di Vatikan. Pasukan yang mempunyai sejarah loyalitas dan keberanian yang luar biasa ini, sampai sekarang tetap bertekad untuk siap mengorbankan diri demi keselamatan Sri Paus. Bagaimana latar belakang dan sejarah pasukan yang memiliki seragam yang konon dirancang oleh Michael Angelo ini?

Bermula dari Tentara Bayaran.

Di masa lalu ketika situasi ekonomi di Eropa sulit, banyak orang menjadi tentara bayaran. Di antara tentara bayaran, yang terkenal pada saat itu adalah “Pasukan Helvetian”. “Pasukan Helvetian” adalah tentara bayaran yang berasal dari Swiss dan dikenal karena mempunyai reputasi yang baik. Sejarawan Latin, Tacitus pernah menulis:”Kaum Helvetian adalah para pejuang yang sangat termashyur karena keberaniannya”. Kaum Helvetian ini selain termashyur karena keberaniannya, juga disegani karena mereka ahli strategi perang. Sejarawan lain, Guicciardini menyebut mereka sebagai “the nerve and the hope of an army” (nadi dan harapan bagi pasukan).  Pada waktu itu tentara bayaran Swiss yang berjumlah sekitar 15.000 banyak diminta oleh Perancis dan Spanyol. Perjanjian/kontrak pertama dengan Perancis dimulai pada tahun 1453, ketika raja Charles VII berkuasa.

Bagaimana hubungan pasukan Swiss dengan Vatikan? Situasi pada saat itu tidak aman, banyak penyerbuan dan perampokan. Situasi ini memaksa Paus Julius II untuk memiliki pasukan keamanan tersendiri. Pilihan jatuh pada pasukan Helvetian Swiss.

Maka dibuatlah kesepakatan antara Vatikan dengan Pasukan Swiss. Tepat pada tanggal 22 Januari 1506, seratus limapuluh pasukan Swiss dibawah komandannya, Kapten Kasparvon Silenen, tiba di Vatikan. Dari Swiss mereka menempuh perjalanan dengan berjalan kaki. Kedatangan mereka disambut dan diberkati oleh Paus Julius II sendiri. Hari kedatangan mereka diperingati sebagai hari lahirnya Swiss Guard di Vatikan.

Dikenal Karena Kesetiaan dan Keberanian.

Pada tanggal 6 Mei tahun 1527,  kota Roma dan Vatikan diserbu serdadu liar Spanyol. Para penyerbu yang berjumlah 22.000 orang itu  menyerang, menghancurkan dan merampas barang-barang berharga di sepanjang jalan. Pada saat itu Vatikan hanya dijaga oleh kurang dari 200 pasukan/ Swiss Guard. Kendati jumlahnya sangat tidak seimbang, pasukan Swiss ini dengan gagah perkasa mempertahankan Vatikan. Akibat dari serangan brutal itu, 147 dari 189 Swiss Guard tewas terbunuh, termasuk komandan mereka, Kaspar Roist. Namun demikian,  mereka berhasil menyelamatkan Paus Clement VII lewat “Passeto”, jalan rahasia yang menghubungkan  Vatikan dengan Castel Sant’Angelo, yang terletak di tepi sungai Tiber. Perlawanan yang gagah berani itu sampai kini diperingati secara khusus di kalangan Swiss Guard. Bahkan tanggal bersejarah tersebut, 6 Mei, dijadikan hari pelantikan dan sumpah anggota baru.

Kesetiaan dan keberanian Swiss Guard untuk menyelamatkan Paus, sampai sekarang masih terbukti. Pada saat Paus diserang Ali Agca, seorang Swiss Guard, Alois Estermann secara refleks melompat dan berusaha melindungi Paus dengan menjadikan dirinya sasaran tembak. Meskipun  usaha Estermann terlambat beberapa detik,  keberaniannya ini amat dihargai.

Kedisiplinan dan semangat juang Swiss Guard memang luar biasa. Pernah dalam suatu upacara, beberapa Swiss Guard berjaga dengan berdiri tegak berjam-jam tanpa bergerak sedikitpun. Seorang Swiss Guard rupanya kondisinya kurang bagus dan kelelahan. Meskipun demikian dia pantang menyerah dan tetap bertahan sampai akhirnya dia jatuh pingsan di bawah sorotan kamera televisi.

Bukan Sekedar Pasukan Kehormatan.

Seorang Swiss Guard, Kopral Zahner (25) pernah menceriterakan riwayat dirinya. Ia berasal dari keluarga katolik yang taat.  Sewaktu masih kecil, Zahner bersama orang tuanya biasa nonton siaran langsung perayaan Paskah dan Natal di Basilika St.Petrus, Vatikan. Suatu saat, mata Zahner tertumbuk pada dua orang “tentara” tinggi, gagah mengenakan seragam berwarna-warni. Waktu itu dia belum tahu bahwa “tentara” itu adalah Swiss Guard. Sejak itu dia bercita-cita untuk menjadi “tentara” Paus seperti mereka itu. Sampai kini Zahner merasa bangga dan bahagia bisa bertugas dekat dengan Sri Paus. “Mengabdi Paus merupakan cita-cita sekaligus kehormatan bagi saya”, ungkapnya dalam suatu wawancara.

Stefano del Croce sudah 6 tahun menjadi Swiss Guard. Ketika ditemui di tempat tugasnya, Stefano dengan ramah menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya. Menurutnya,  untuk menjadi anggota Swiss Guard pertama-tama harus beragama katolik dan Warga Negara Swiss. Umur dibawah 30 tahun dengan tinggi minimal 1,74 meter. Sebelumnya sang calon harus menyelesaikan latihan dasar lengkap dalam militer Swiss. Setelah mendapat pelbagai latihan khusus dan dinyatakan lulus, calon akan dilantik resmi dan diambil sumpah setianya. Dalam sumpahnya, seorang Swiss Guard antara lain menyatakan kesetiaan dan kesediaan untuk mengorbankan dirinya demi keselamatan Sri Paus.

Swiss Guard memiliki dua jenis pakaian seragam. Seragam yang biasa digunakan dalam upacara resmi adalah pakaian terusan yang unik dengan warna-warni menyolok: biru, merah, oranye dan kuning. Pakaian gaya jaman Renaissance ini sering disebut sebagai hasil desain Michael Angelo. Sebenarnya tidak. Seragam ini diciptakan oleh Jules Repond, komandan Swiss Guard pada tahun 1914 dengan mengambil inspirasi dari lukisan karya pelukis Raphael.

Pakaian seragam lainnya yang digunakan dalam tugas harian adalah berwarna biru dengan baret warna hitam. Pada musim dingin, selain “seragam resmi” dipakai juga mantol tebal warna gelap.

Pada awalnya dahulu Swiss Guard betul-betul berfungsi sebagai “pasukan keamanan”. Kini, Swiss Guard lebih berperan sebagai “Pasukan Kehormatan” yang berperan dalam upacara-upacara keagamaan. Meskipun demikian, sejak percobaan pembunuhuan Paus oleh Ali Agca, Swiss Guard dilatih juga ketrampilan bela diri dan penggunaan macam-macam senjata.

Masa bakti Swiss Guard adalah 2 tahun dan bisa diperpanjang sampai 25 tahun. Mereka terutama berjaga di empat gerbang utama Vatikan. Mereka bertanggung jawab atas keselamatan Paus, baik di lingkungan Vatikan maupun pada saat Paus mengadakan perjalanan ke luar negeri.

Peringatan kelahiran Swiss Guard yang ke 500 tahun ditandai dengan pelbagai acara, antara lain Misa khusus di kapel Sistina. Sejumlah mantan anggota Swiss Guard akan berjalan kaki dari Swiss menuju Vatikan pada tanggal 7 April yang akan datang. Mereka ingin napak-tilas pasukan Swiss Guard pertama yang berjalan kaki menuju Vatikan, 500 tahun yang lalu.

Swiss Guard, pasukan terkecil di dunia ini terkenal bukan saja karena bertugas di Vatikan namun terutama karena loyalitas dan keberaniannya yang telah teruji dalam sejarah. Pekerjaan apapun, bila dilakukan dengan dedikasi tinggi, akan mendatangkan kepuasan dan kehormatan bagi yang menjalaninya.

Profisiat.

Heri Kartono.  (Dimuat di majalah HIDUP, 18 Juni 2006).

 

 

 

No comments: